dua buah switch yang saling berhubungan antar vlan disebut

LANadalah rancangan dasar jaringan komputer yang bisa diartikan berupa dua buah komputer atau lebih yang dihubungkan melalui perantara media kabel atau wireless sehingga dapat saling melakukan akses. Antar hub juga dapat saling berhubungan yaitu dengan menggunakan cara cross over cable, tetapi hub - hub saat ini sudah dapat meng - cross Perangkat jaringan yang menghubungkan dua buah jaringan / lebih dalam satu segmen. v Tanpa VLAN, switch menganggap semua interface pada Switch tersebut berada dalam domain broadcast yang sama. DTE merupaka sebuah peralatan atau subsistem yang saling berhubungan dengan beberapa peralatan yang melakukan fungsi yang diperlukan untuk LANyang menggunakan Switch untuk berkomunikasi di jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau dalam fisik ethernet jaringan disebut dengan Switched Ethernet LANs. Switch adalah perangkat jaringan yang bekerja di lapisan data-link, mirip dengan bridge, switch bekerja atas dasar informasi MAC address. Duabuah switch yang saling berhubungan antar VLAN disebut . a. Trunking. b. Config. c padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda disebut a. WAN. b. WLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut a. Switch. b. Subnet Mask. c Duabuah switch yang saling berhubungan antar VLAN disebut A. Trunking C. Config E. Secure Device Access B. Segmentasi D. Coding A . Trunking End of preview. Want to read all 3 pages? Upload your study docs or become a Course Hero member to access this document Continue to access Term Summer Professor sri Tags Report Site De Rencontre Pour Blanc Et Noir. VLAN VIRTUAL LAN PENGERTIAN VLAN Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan menggunakan perangkat lunak pengelolaan sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil subnet berada dalam jaringan switched switched yang sama. Agar computer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap computer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang sesuai dengan VLAN tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut sebagai access port. Sebuah VLAN memungkinkan seorang Administrator untuk menciptakan sekelompok peralatan yang secara logic dihubungkan satu sama lain. Dengan VLAN, kita dapat membagi jaringan switch secara logik berdasarkan fungsi, departemen atau project team . Keuntungan Menggunakan VLAN Keamanan data dari setiap divisi dapat dibuat tersendiri, karena segmennya bisa dipisah secara logika. Lalu lintas data dibatasi segmennya. Departemen yang memiliki data sensitive terpisah dari jaringan yang ada, akan mengurangi peluang pelanggaran akses ke informasi rahasia dan penting. Penghematan biaya dihasilkan dari tidak diperlukannya biaya yang mahal untuk Upgrades Jaringan dan efisiensi penggunaan Bandwidth dan Uplink yang tersedia. Dengan membagi jaringan layer 2 menjadi beberapa worksgroup secara logik broadcast domain mengurangi trafik yang tidak diperlukan pada jaringan dan meningkatkan performa. Broadcast storm mitigation Pembagian jaringan ke dalam VLAN-VLAN akan mengurangi banyaknya device yang berpartisipasi dalam pembuatan broadcast storm. Hal ini terjadinya karena adanya pembatasan broadcast domain. Improved IT staff efficiency Dengan VLAN pengelolaan jaringan lebih mudah, karena user-user dengan kebutuhan jaringan yang sama berbagi VLAN yang sama Simpler project or application management VLAN menggabungkan para pengguna jaringan dan peralatan jaringan untuk mendukung perusahaan dan menangani permasalahan kondisi geografis. Memiliki fungsi-fungsi terpisah mempermudah pengelolaan sebuah project atau bekerja dengan aplikasi khusus. Jenis VLAN Berdasarkan perbedaan pemberian membership VLAN terbagi menjadi lima, yaitu Dengan melakukan konfigurasi pada port dan memasukkannya pada kelompok VLAN sendiri. Apabila port tersebut akan dihubungkan dengan beberapa VLAN maka port tersebut harus berubah fungsi menjadi port trunk VTP. Membership atau pengelompokan pada jenis ini didasarkan pada MAC Address. Tiap switch memiliki tabel MAC Address tiap komputer beserta kelompok VLAN tempat komputer itu berada. Karena VLAN bekerja pada layer 2 OSI maka penggunaan protokol IP dan IP Extended sebagai dasar VLAN dapat dilakukan. Selain bekerja pada layer 2, VLAN dapat bekerja pada layer 3, sehingga alamat subnet dapat digunakan sebagai dasar VLAN. Device atau komputer bisa diletakkan secara otomatis di dalam jaringan VLAN yang didasarkan pada autentifikasi user atau komputer menggunakan protokol VLAN ID Dua range VLAN ID adalah Normal Range VLAN 1 – 1005Nomor ID 1002 1005 dicadangkan untuk Token Ring dan FDDI 1, 1002 – 1005 secara default sudah ada dan tidak dapat disimpan di dalam file database VLAN, yaitu file ini disimpan dalam memori flash milkik trunking protocol VTP, yang membantu manajemen VLAN, hanya dapat bekerja pada normal range VLAN dan menyimpannya dalam file database Range VLANs 1006 – 4094Disimpan dalam NVRAM file running configuration.VTP tidak bekerja di sini. Terminologi VLAN Berikut ini terminologi di dalam VLAN VLAN Data adalah VLAN yang dikonfigurasi hanya untuk membawa data-data yang digunakan oleh user. Dipisahkan dengan lalu lintas data suara atau pun manajemen switch. Seringkali disebut dengan VLAN pengguna, User VLAN. Semua port switch pada awalnya menjadi anggota VLAN Default. VLAN Default untuk Switch Cisco adalah VLAN 1. VLAN 1 tidak dapat diberi nama dan tidak dapat dihapus. Native VLAN dikeluarkan untuk port trunking port trunking mendukung lalu lintas jaringan yang datang dari banyak VLAN tagged traffic sama baiknya dengan yang datang dari sebuah VLAN untagged traffic. Port trunking menempatkan untagged traffic pada Native VLAN. VLAN Manajemen adalah VLAN yang dikonfigurasi untuk memanajemen switch. VLAN 1 akan bekerja sebagai Management VLAN jika kita tidak mendefinisikan VLAN khusus sebagai VLAN Manajemen. Kita dapat memberi IP address dan subnet mask pada VLAN Manajemen, sehingga switch dapat dikelola melalui HTTP, Telnet, SSH, atau SNMP. VLAN yang dapat mendukung Voice over IP VoIP. VLAN yang dikhususkan untuk komunikasi data suara. Tipe Koneksi VLAN Tipe koneksi dari VLAN dapat di bagi menjadi 3 yaitu Trunk LinkAccess LinkHibrid Link Gabungan Trunk dengan Access Prinsip Kerja VLAN Berisi informasi tentang pengelompokan VLAN. Terdiri dari Static EntriesStatic Filtering Entries Mespesifisifikasikan apakah suatu data itu akan dikirim atau dibuang atau juga di masukkan ke dalam dinamic entriesStatic Registration Entries Mespesifisifikasikan apakah suatu data itu akan dikirim ke suatu jaringan VLAN dan port yang bertanggung jawab untuk jaringan VLAN tersebutDynamic EntriesDynamic Filtering Entries Mespesifisifikasikan apakah suatu data itu akan dikirim atau dibuangGroup Registration Entries Mespesifisifikasikan apakah suatu data yang dikirim ke suatu group atau VLAN tertentu akan dikirim/diteruskan atau Registration Entries Menspesifikasikan port yang bertanggung jawab untuk suatu jaringan VLAN Saat sebuah data dikirimkan maka harus ada yang menyatakan Tujuan data tersebut VLAN tujuan. Informasi ini diberikan dalam bentuk tag header, sehingga informasi dapat dikirimkan ke user tertentu saja user tujuan, didalamnya berisi format MAC Address. Jenis dari tag header Ethernet Frame Tag HeaderToken Ring and Fiber Distributed Data Interface FDDI tag header Networking Contoh Konfigurasi VLAN Static VLAN –port switch dikonfigurasi secara manual. SwUtamaconfig Terminal Enter configuration commands, one per line. End with CTRL/Z. Sw02configVLAN 20 Sw02config-vlannameVLAN_Mahasiswa Sw02config-vlanexit Sw02configInterface fastEthernet 0/4 Sw02config-ifswitchport mode access Sw02config-ifswitchport access VLAN 20 Mode ini digunakan secara luas di jaringan skala besar. Keanggotaan port Dynamic VLAN dibuat dengan menggunakan server khusus yang disebut VLAN Membership Policy Server VMPS. Dengan menggunakan VMPS, kita dapat menandai port switch dengan VLAN? secara dinamis berdasar pada MAC Address sumber yang terhubung dengan port. Voice VLAN – port dikonfigurasi dalam mode voice sehingga dapat mendukung IP phone yang terhubung. Sw02configVLAN 100 Sw02config-vlanname VLAN_Voice Sw02config-vlanexit Sw02configInterface fastEthernet 0/2 Sw02config-ifswitchport voice VLAN 100 LANGKAH MEMBUAT VLAN Silakan Kalian coba masuk ke switch Kita gunakan aplikasi simulasi cisco packet tracer baik dilaptop/komputer bisa juga kita gunakan aplikasi cisco packet tracer di android/IOS. Klik pada switch yang akan diconfigurasi terus masuk ke CLI… silakan lakukan konfigurasi dibawah ini, nama sama no vlan bisa kalian ubah sesuai keinginan. Switchconfigure terminal Switchconfigvlan NoVLAN Switchconfig-vlanname NamaVLAN contoh untuk membuat VLAN dengan ID nomor 30 nama smkn1panjalu, port fa 0/1, fa 0/2 dan VLAN ID 40 nama tkj port fa 0/3 dan fa 0/4. Caranya masuk switch yang akan dikonfigurasi ->cli Switch>enableSwitchconfigure terminal Switchconfigvlan 30Switchconfig-vlanname smkn1panjaluSwitchconfig-vlanint fa 0/1Switchconfig-ifswitchport access vlan 30Switchconfig-ifint fa 0/2Switchconfig-ifswitchport access vlan 30Switchconfig-ifexitSwitchconfigvlan 40Switchconfig-vlanname tkjSwitchconfig-vlanint fa 0/3Switchconfig-ifswitchport access vlan 40Switchconfig-ifint fa 0/4Switchconfig-ifswitchport access vlan 40Switchconfig-ifexitSwitchconfigendSwitch Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh seorang administrator jaringan untuk melakukan efisiensi biaya dan meningkatkan kinerja jaringan adalah dengan konfigurasi VLAN Virtual Local Area Network. Ide dasar dalam konfigurasi VLAN adalah membuat beberapa switch virtual dalam suatu switch fisik. Masing-masing switch virtual mewakili sebuah VLAN. Dengan konfigurasi VLAN ini kita dapat melakukan efisiensi biaya dan meningkatkan performa dan keamanan suatu jaringan. VLAN yang merupakan teknologi pada Switch yang memungkinkan kita membagi satu switch menjadi beberapa broadcast domain yang berbeda. Virtual LAN membagi satu broadcast domain menjadi beberapa broadcast domain, sehingga dalam satu switch bisa saja terdiri dari beberapa network. Host yang berbeda VLAN tidak akan tersambung sehingga meningkatkan security jaringan. Broadcast domain yang lebih kecil akan membatasi device yang terlibat dalam aktivitas broadcast dan membagi device ke dalam group atau segmentasi berdasarkan fungsi dan tugasnya, misalanya group/divisi Marketing menggunakan VLAN 10, group Sales menggunakan VLAN 20, dan seterusnya. Broadcast Domain Dalam jaringan komputer broadcast itu artinya adalah pengiriman data dari sebuah host/komputer ke seluruh komputer di dalam sebuah jaringan, dan ini sangat mungkin terjadi pada jaringan yang dibentuk dengan menggunakan teknologi ethernet. Pada dasarnya broadcast dalam sebuah jaringan tidak dapat dihindari, oleh karna itu segmentasi menjadi penting ketika mendesain sebuah jaringan, salah satunya dengan menerapkan konfigurasi Virtual LAN. Baca juga Konfigurasi VLAN Trunking pada Cisco Packet Tracer LanjutanKonfigurasi VoIP dengan Cisco Packet TracerKonfigurasi Routing Information Protocol RIP pada Cisco Packet Tracer Konfigurasi VLAN Sebelum melakukan konfigurasi VLAN, harap diperhatikan VLAN ID; berfungsi sebagai identitas sebuah VLAN dengan nomor ID dimulai dari 1 sampai dengan 4094 yang dapat dirinci sebagai berikutNormal Range VLAN 1 – 1005Digunakan untuk sekala kecil dan menengahID 1002 1005 dicadangkan untuk token ring dan FDDI VLAN Default VLAN ID 1, 1002 – 1005Extended Range VLAN 1006 – 4094Keanggotaan dalam VLAN, yang dibagi kedalam dua jenisBerdasarkan port numberBerdasarkan MAC address Pada contoh konfigurasi VLAN kali ini, kita akan menggunakan VLAN ID 10 dan 20, serta keanggotaan VLAN berdasarkan port number pada masing-masing interface. Topologi Konfigurasi Topologi di atas terdiri atas dua jaringan VLAN yaitu VLAN 10 untuk divisi Logistik sedangkan VLAN 20 untuk divisi Keuangan. VLAN 10 menggunakan port Fa0/1 dan Fa0/2, sedangkan VLAN 20 menggunakan port Fa0/3 dan Fa0/4. Lakukan konfigurasi VLAN sesuai dengan port yang digunakan dengan perintah berikut Switchconf tSwitchconfigvlan 10Switchconfig-vlanname LogistikSwitchconfig-vlanvlan 20 Switchconfig-vlanname KeuanganSwitchconfigint fa0/1Switchconfig-ifswitchport access vlan 10Switchconfig-ifint fa0/2Switchconfig-ifswitchport access vlan 10Switchconfig-ifint fa0/3Switchconfig-ifswitchport access vlan 20Switchconfig-ifint fa0/4Switchconfig-ifswitchport access vlan 20Switchconfig-if Untuk mengecek konfigurasi VLAN, ketikkan perintah berikut Uji Konektivitas Lakukan uji ping sesama VLAN 10 dan/ antar VLAN pada PC, seperti gambar berikut Dari hasil uji ping di atas, PC0 pada VLAN 10 dapat mengirim ping ke PC1 dengan alamat IP tetapi mengalami RTO Request Time Out pada saat ping ke VLAN 20 dengan alamat IP maupun VLAN Trunking Jika terdapat dua buah switch dan pada masing-masing switch tersebut terdapat jaringan VLAN, maka untuk menghubungkan ke dua switch tersebut kita harus melakukan konfigurasi yang disebut dengan VLAN Trunking. Jadi fungsi VLAN Trunking adalah menghubungkan trafik VLAN dari switch yang berbeda, contohnya menghubungkan VLAN pada lantai 1 dan 2 seperti gambar berikut ini. Topologi Jaringan VLAN dengan mode Trunk Konfigurasi VLAN Trunking Konfigurasi VLAN Trunking dilakukan dengan cara sebagai berikut VLAN lantai 1 Switchconf tEnter configuration commands, one per line. End with CNTL/ 10Switchconfig-vlanname LogistikSwitchconfig-vlanvlan 20 Switchconfig-vlanname KeuanganSwitchconfig-vlanint fa0/1Switchconfig-ifswitchport access vlan 10Switchconfig-ifint fa0/2Switchconfig-ifswitchport access vlan 10Switchconfig-ifint fa0/3Switchconfig-ifswitchport access vlan 20Switchconfig-ifint fa0/4Switchconfig-ifswitchport access vlan 20Switchconfig-if VLAN lantai 2 Switchconf tSwitchconfigvlan 10Switchconfig-vlanname LogistikSwitchconfig-vlanvlan 20 Switchconfig-vlanname KeuanganSwitchconfigint fa0/1Switchconfig-ifswitchport access vlan 10Switchconfig-ifint fa0/2Switchconfig-ifswitchport access vlan 10Switchconfig-ifint fa0/3Switchconfig-ifswitchport access vlan 20Switchconfig-ifint fa0/4Switchconfig-ifswitchport access vlan 20Switchconfig-if Sebelum kita konfigurasi trunking VLAN, uji ping terlebih dahulu pada PC0 ke PC4 VLAN 10 dari lantai 1 ke lantai 2, hasilnya seperti gambar berikut Ping dari PC0 lantai 2 ke PC4 lantai 1 walaupun berada pada VLAN yang sama menampilkan hasil Request Time Out, karena mode trunk belum diterapkan pada kedua switch. Konfigurasi Trunk Mode Switch lantai 1 ke Switch lantai 2 Sekarang kita akan menghubungkan kedua lantai tersebut dengan mode trunk, agar VLAN yang sama dapat saling terhubung. Kedua switch terhubung melalui port fa0/5 sehingga konfigurasi trunk dapat dilakukan dengan perintah berikut Switch lantai 1 Switchconfigint fa0/5Switchconfig-ifswitchport mode trunk Switch lantai 2 Switchconfigint fa0/5Switchconfig-ifswitchport mode trunk Uji Ping Konfigurasi VLAN Trunking Setelah konfigurasi mode trunk diterapkan pada masing-masing switch, sekarang kita uji koneksi kembali apakah komputer pada VLAN 10 maupun 20 di lantai 1 dan 2 sudah dapat terhubung atau belum. Lakukan uji seperti sebelumnya dari PC1 yang berada pada lantai 2 ke PC4 dan PC5, hasilnya seperti berikut ini. Dari hasil uji ping seperti yang tampak pada gambar di atas, dapat disimpulkan bahwa konfigurasi VLAN trunking sudah berhasil diterapkan pada topologi jaringan VLAN dengan mode trunk. Demikian penjelasan singkat mengenai konfigurasi Virtual LAN dan VLAN Trunking, semoga dapat memberi pencerahan dan pemahaman bagi pembaca terutama para siswa SMK Kelas XI untuk kompetensi Teknik Komputer dan Jaringan TKJ. Referensi Ilmu JaringanIT Freelancer IndonesiaPatwiyanto, dkk. 2018. Administrasi Infrastruktur Jaringan. Yogyakarta ANDITaufik, Muhammad. 2015. The Way to be Cisco Warrior. Jakarta ID-Networker. [Ebook] Kesimpulan Saran Sebelum memahami VLAN, suatu pengertian khusus mengenai definisi suatu LAN diperlukan. Sebuah LAN meliputi semua piranti jaringan yang berada pada satu broadcast domain. Suatu broadcast domain meliputi sekelompok piranti jaringan yang terhubung dalam suatu jaringan LAN yang bisa mengirim frame broadcast, dan semua piranti lainnya dalam satu segmen LAN yang sama akan menerima salinan frame broadcast tersebut. Jadi bisa dikatakan bahwa suatu jaringan LAN dan suatu broadcast domain pada prinsipnya adalah hal yang VLAN, sebuah switch akan memperlakukan semua interface pada switch tersebut berada pada broadcast domain yang sama. Dengan kata lain, semua piranti yang terhubung ke switch berada dalam satu jaringan LAN. Dengan adanya VLAN, sebuah switch bisa mengelompokkan satu atau beberapa interfacebaca port berada pada suatu VLAN sementara interface lainnya berada pada VLAN lainnya. Jadi pada dasarnya, switch membentuk beberapa broadcast domain. Masing-masing broadcast domain yang dibuat oleh switch ini disebut virtual atau beberapa switch dapat membentuk suatu VLAN yang disebut sebuah broadcast domain. Sebuah VLAN dibuat dengan memasukkan beberapainterface port kedalam suatu VLAN dan beberapa port lainnya yang berada pada VLAN daripada semua port dari sebuah switch membentuk satu broadcast domain tunggal, sebuah switch bisa memecah menjadi beberapa VLAN tergantung kebutuhan dan konfigurasi. Untuk membantu memahami apa itu VLAN, dua gambar dibawah bisa digunakan untuk gambar pertama ini dua buah switch membentuk dua broadcast domain berbeda, masing-masing switch membentuk satu broadcast domain. Tidak ada VLAN dibuat alternatif, beberapa broadcast domain dapat dibuat dengan menggunakan sebuah switch tunggal. Seperti gambar diatas, gambar dibawah inimenunjukkan dua buah broadcast domain yang sama akan tetapi diimplementasikan sebagai dua VLAN yang berbeda pada sebuah switch tunggalUntuk sebuah jaringan LAN kecil misal dirumahan atau dikantoran kecil, tidak ada alasan untuk membuat VLAN. Akan tetapi ada beberapa motivasi untuk membuat VLAN yang meliputi alasan berikut inia. Untuk mengelompokkan user berdasarkan departemen, atau mengelompokkan suatu group pekerja kolaborasi, ketimbang berdasarkan Untuk mengurangi overhead dengan membatasi ukuran broadcast Untuk menekankan keamanan yang lebih baik dengan menjaga piranti-piranti sensitif terpisah kedalam suatu Untuk memisahkan traffic khusus dari traffic utama, misalkan memisahkan IP telephoni kedalam VLAN khusus terpisah dari traffic bisa mengkonfigurasi interface/port dari switch dengan jalan mengasosiasikan port tersebut kepada suatu VLAN dengan konfigurasi semacam “interface 0/1 in VLAN1” atau “interface 0/2 in VLAN5” dan seterusnya. Hal semacam ini kita sebut sebagai VLAN berdasarkan port-base, suatu konfigurasi VLAN umum pada suatu switch yang mudah tanpa perlu mengetahui MAC address dari piranti. Akan tetapi diperlukan dokumentasi yang rapi agar bisa mengetahui piranti mana dengan cabling yang mana menuju Interface Switch yang mana, sehingga jelas piranti mana pada VLAN yang lain yang jarang digunakan adalah mengelompokkan pirantipiranti kedalam VLAN berdasarkan MAC address dari piranti-piranti tersebut. akan tetapi cara yang satu ini menciptakan overhead adminitrasi dengan konfigurasi masing-masing piranti dengan MAC address. Suatu register yang bagus untuk semua MAC address yang dikonfigurasikan kedalam berbagai switches dan asosiasi tiap piranti MAC ke setiap VLAN haruslah rapi dan selalu diupdate jika terjadi perubahan. Jika sebuah piranti berpindah ke port lain dan mengirim sebuah frame, piranti tersebut tetap berada pada VLAN yang sama. Hal ini mengijinkan piranti-piranti untuk bisa berpindah-pindah kemana saja dengan mudah dan tetap pada VLAN yang sama walau pindah ke port mendefinisikan Layer 2 messaging protocol yang mengijinkan switchswitch untuk bertukar informasi konfigurasi VLAN, sehingga hal ini akan menjaga konfigurasi VLAN tetap konsisten di seluruh jaringan. Secara singkat, jika VLAN 3 VLAN nomor 3 akan digunakan dan diberi nama “accounting”, maka konfigurasi informasi dapat dilakukan pada satu switch, dan kemudian VTP akan mendistribusikan informasi ini ke seluruh switch yang mengelola penambahan, penghapusan, dan pengubahan nama VLAN ke seluruh switch. Hal ini dapat meminimalkan miskonfigurasi dan ketidakkonsistenan konfigurasi yang dapat menyebabkan masalah, seperti duplikasi penamaan VLAN atau kesalahan pengesetan tipe VTP diawali dengan pembuatan VLAN pada suatu switch yang disebut VTP server. Perubahan didistribusikan sebagai suatu broadcast ke seluruh jaringan. VTP client dan server akan “mendengar” VTP messages dan mengupdate masing-masing konfigurasi berdasarkan pesan tersebut. Trunking VLAN dengan ISL and Jika menggunakan VLAN dalam jaringan yang mempunyai beberapa switch yang saling berhubungan antar VLAN, maka dibutuhkan VLAN Trunking. Switch memerlukan cara untuk mengidentifikasikan VLAN dari mana frame tersebut dikirim saat mengirim sebuah frame ke switch lainnya. VLAN Trunking mengijinkan switch memberikan tagging setiap frame yang dikirim antar switches sehingga switch penerima mengetahui termasuk dari VLAN mana frame tersebut dikirim. Idenya bisa digambarkan pada gambar diagram berikut ini Gambar VLAN Trunking Beberapa VLAN yang mempunyai anggota lebih dari satu switch dapat didukung dengan adanya VLAN Trunking. Misal, saat switch1 menerima sebuah broadcast dari sebuah piranti didalam VLAN1, maka switch tersebut perlu meneruskan broadcast ke switchB. Sebelum mengirim frame, switchA menambahkan sebuah header kepada frame Ethernet aslinya, header baru tersebut mengandung informasi VLAN didalamnya. Saat switchB menerima frame tersebut dari headernya bahwa frame tersebut berasal dari piranti pada VLAN1, maka switchB seharusnya meneruskan broadcast frame hanya kepada port2 pada VLAN1 saja dari switch tersebut. Switch Cisco mendukung dua VLAN trunking protocol yang berbeda, InterSwitch Link ISL dan IEEE keduanya memberikan Trunking dasar, seperti dijelaskan pada gambar diatas. Akan tetapi pada dasarnya keduanya sangatlah berbeda. Best Practices Jika Menggunakan VLAN diantaranya sebagai berikut 1. VLAN bukanlah harus diterapkan ke setiap jaringan LAN, akan tetapi bisa diterapkan pada jaringan dengan skala yang sangat besar pada jaringan enterprise dimana populasi host sangat besar jumlahnya atau diperlukan suatu kelayakan adanya suatu alasan keamanan. Kalau memang harus digunakan VLAN maka haruslah diusahakan sesederhana mungkin, intuitive dan dukungan dokumentasi yang sangat rapi. 2. Pendekatan yang dianjurkan dalam penggunaan VLAN adalah berdasarkan lokasi atau fungsi departemen. Hal ini dilakukan untuk membatasi traffic broadcast broadcast domain kedalam hanya masing-masing segment VLAN saja. Jumlah VLAN yang didefinisikan pada switch LAN seharusnya mencerminkan kebutuhan fungsional dan management dalam suatu jaringan tertentu. 3. Beberapa switches dapat secara transparan saling dihubungkan dengan menggunakan VLAN Trunking. VLAN Trunking memberikan mekanisme tagging untuk mentransport VLAN secara transparan melewati beberapa switches. VLAN didefinisikan dalam standards IEEE dan IEEE Beberapa informasi tambahan mengenai protocol VLAN Trunking a. Ada dua protocol VLAN Trunking utama saat ini, yaitu IEEE dan Cisco ISL. Pemilihan protocol VLAN Trunking normalnya berdasarkan piranti Platform Hardware yang digunakan. b. IEEE adalah standard protocol VLAN Trunking yang memberikan tagging internal kedalam frame Ethernet yang ada sekarang. Hal ini dilakukan dalam hardware dan juga meliputi kalkulasi ulang header checksum-nya. Hal ini mengjinkan sebuah frame di tagging dengan VLAN dari mana datagram tersebut berasal dan menjamin bahwa frame dikirim kepada port didalam VLAN yang sama. Hal ini untuk menjaga kebocoran datagram antar VLAN yang berbeda. c. ISL Inter Switch Link memberikan suatu tagging external yang dikemas disekitar frame asalnya. d. Saat menghubungkan beberapa switch lewat sebuah trunk perlu dipastikan bahwa kedua switch yang terhubung VLAN Trunking tersebut mempunyai protocol VLAN Trunking yang sama. Penggunaan negosiasi otomatis dari protocol VLAN Trunking adalah tidak dianjurkan karena bisa terjadi kemungkinan salah konfigurasi. e. Untuk penerapan VLAN dengan switch yang berskala besar sebuah protocol manajemen VLAN diperlukan misal VTP VLAN Trunking Protocol. Protocol VTP memungkinkan VLAN didefinisikan sekali didalam suatu lokasi tunggal dan disinkronkan kepada switch-switch lainnya didalam administrative domain yang sama. f. Penerapan VLAN setidaknya dirancang dengan sangat bagus dan mudah dimanage. Dokumentasinya haruslah sangat rapi dan akurat dan dijaga selalu update agar membantu kegiatan support jaringan. Normalnya VLAN tidaklah dianjurkan untuk jaringan kecil kurang dari 100 user pada satu lokasi, akan tetapi untuk business dengan skala menengah dan besar, VLAN adalah sangat mendatangkan keuntungan yang besar. Satu hal yang pelu diingat bahwa dalam penerapan VLAN ini, komunikasi antar VLAN yang berbeda haruslah di routed. Dan jika dibutuhkan suatu interkoneksi VLAN kecepatan tinggi maka penggunaan Switch Layer 3 yang sangat performa adalah sangat diperlukan. Menghubungkan beberapa VLAN antara switch yang berbeda, penggunaan protocol VLAN Trunking seperti ISL atau adalah diperlukan. Pastikan bahwa switch2 tersebut mempunyai dukungan protocol VLAN Trunking yang sama. Cisco VLAN Trunking Protocol VTP VTP adalah Cisco Layer 2 protokol pesan yang mengelola penambahan, penghapusan, dan nama dari VLAN pada seluruh jaringan dasar. VTP mengurangi administrasi yang aktif dalam jaringan. Bila mengkonfigurasi VLAN baru pada satu VTP server, yang didistribusikan melalui VLAN semua aktif dalam domain. Ini akan mengurangi administrasi, perlu mengkonfigurasi VLAN yang sama di mana-mana. VTP adalah Cisco-protokol yang tersedia pada sebagian besar produk Cisco Catalyst Keluarga. VTP memastikan bahwa semua aktif dalam VTP domain menyadari semua VLAN. Namun, ketika VTP dapat membuat lalu lintas yang tidak perlu. Semua unicasts dan tidak dikenal dalam siaran VLAN adalah banjir atas seluruh VLAN. Semua aktif dalam jaringan menerima semua siaran, bahkan dalam situasi di mana beberapa pengguna yang terhubung dalam VLAN. VTP pruning adalah fitur yang digunakan untuk menghilangkan atau prun ini tak perlu lalu lintas. Secara default, semua Cisco Catalyst aktif adalah VTP dapat dikonfigurasi untuk server. Ini cocok untuk jaringan kecil di mana besarnya VLAN informasi kecil dan mudah disimpan dalam semua aktif dalam NVRAM. Dalam jaringan yang besar, sebuah penghakiman panggilan harus dilakukan di beberapa titik saat NVRAM wasted penyimpanan yang diperlukan, karena pada setiap beralih digandakan. Pada tahap ini, maka administrator jaringan harus memilih beberapa dilengkapi dengan baik dan tetap aktif sebagai VTP server. Semuanya lain berpartisipasi dalam VTP dapat berubah menjadi klien. Jumlah VTP server harus dipilih sehingga memberikan tingkat redundansi dikehendaki dalam jaringan. Berikut ini adalah bagian-bagian dalam VTP a. Modus dari Operation Server Dalam mode VTP server dapat dilakukan, membuat, memodifikasi, dan menghapus VLAN dan menentukan parameter konfigurasi lainnya seperti VTP versi dan VTP pruning untuk seluruh VTP domain. VTP server memberitahukan VLAN konfigurasi lainnya untuk aktif dalam VTP domain yang sama dan melakukan sinkronisasi dengan konfigurasi VLAN berdasarkan pemberitahuan yang diterima melalui trunk link VTP server modus standar. b. Transparan VTP transparan aktif tidak berpartisipasi dalam VTP. Jika VTP tidak transparan maka tidak memberitahukan konfigurasi VLAN untuk aktif dan tidak melakukan sinkronisasi dengan konfigurasi VLAN berdasarkan pemberitahuan yang diterima. c. Klien VTP perilaku klien dengan cara yang sama seperti VTP server, namun tidak dapat membuat, mengubah, atau menghapus VLAN VTP pada klien. d. Aktivitas Advertisements Bila beralih menerima sebuah pemberitahuan paket, ia akan membandingkan VTP domain name-nya sendiri. Jika nama yang berbeda, yang hanya beralih mengabaikan paket. Jika nama yang sama, yang kemudian beralih membandingkan konfigurasi revisi ke revisi sendiri. Jika revisi sendiri konfigurasi yang lebih tinggi atau sama, paket yang diabaikan. Jika lebih rendah, pemberitahuan permintaan dikirim. e. Subset Advertisements Bila akan menambah, menghapus, atau mengubah VLAN di switch, server akan beralih dimana perubahan yang dilakukan akan menambahkan konfigurasi revisi dan masalah ringkasan advertisement, diikuti oleh satu atau beberapa subset pemberitahuan. Jika subset pemberitahuan berisi daftar VLAN informasi. Jika ada beberapa VLAN, lebih dari satu pemberitahuan subset mungkin diperlukan untuk memberitahukan semua. f. Permintaan Advertisement VTP nama domain yang telah berubah. Saklarnya menerima VTP ringkasan pemberitahuan dengan revisi yang lebih tinggi dari pada konfigurasi sendiri. Setelah menerima permintaan dari sebuah pemberitahuan, sebuah perangkat VTP mengirimkan sebuah pemberitahuan, diikuti oleh satu atau lebih subset pemberitahuan. Untuk mengkonfigurasi sebuah konfigurasi berbasis ios beralih menjadi VTP server, mengeluarkan perintah berikut SwitchA VLAN database SwitchA VLAN vtp domain CiscoKits SwitchA VLAN vtp server SwitchA VLAN exit Ini perintah mengkonfigurasi beralih menjadi VTP server dalam VTP domain CiscoKits. Perubahan akan disimpan dan revisi nomor incremented ketika keluar perintah dikeluarkan. Untuk mengkonfigurasi sebuah VTP klien, jalankan perintah berikut SwitchB VLAN database SwitchB VLAN vtp domain CiscoKits SwitchB VLAN vtp klien SwitchB VLAN exit VTP untuk menonaktifkan, mengatur mode untuk vtp transparan seperti SwitchC VLAN database SwitchC VLAN vtp transparan SwitchC VLAN exit VTP untuk memantau operasi dan status, gunakan salah satu SwitchA vtp menunjukkan status SwitchA menunjukkan vtp counter Bonding Port Trunking Bonding adalah sama dengan port trunking. Bonding membolehkan untuk mengumpulkan banyak port ke single group. kombinasi efektif bandwidth ke dalam single koneksi. Bonding juga membolehkan untuk membuat jalur multigigabit traffic lalu lintas data ke dalam traffic area tertinggi di dalam network. sebagai contoh, dalam mengumpulkan tiga megabits port ke dalam sebuah tiga megabits trunk port. Ini sama artinya dengan punya satu interface dengan kecepatan tiga megabit. Sangat disarankan dalam penggunaan vlan dengan bonding karena dapat meningkatkan ke bandwidth yang tersedia. Dibawah ini contoh script penggunaan vlan dan bonding !/bin/bash modprobe 8021q modprobe bonding mode=0 miimon=100 ifconfig eth0 down ifconfig eth1 down ifconfig eth2 down ifconfig bond0 ifconfig eth1 ifconfig eth2 ifconfig bond0 hw ether 001122334455 ifconfig bond0 up ifenslave bond0 eth1 ifenslave bond0 eth2 vconfig add bond0 2 vconfig add bond0 3 vconfig add bond0 4 vconfig add bond0 5 vconfig add bond0 6 ifconfig netmask broadcast up ifconfig netmask broadcast up ifconfig netmask broadcast up ifconfig netmask broadcast up ifconfig netmask broadcast up Konfigurasi VLAN dengan Router on Stick Gambar Konfigurasi VLAN Terlihat jelas VLAN telah merubah batasan fisik yang selama ini tidak dapat diatasi oleh LAN. Keuntungan inilah yang diharapkan dapat memberikan kemudahan-kemudahan baik secara teknis dan operasional. Langkah-langkah yang dilakukan dalam membangun jaringan VLAN ini adalah Buat design network, nama group VLAN dan Alokasi Subnet IP addres pada tiap VLAN. 1. Konfigurasi Router-VLAN Setting Hostname • Setting Password • Setting Subinterface • Setting encapsulation dotlq x • Setting ip address untuk segmentasi VLAN 2. Konfigurasi MainSwitch Setting HostName • Setting Password • Setting IP address VLAN • Setting Trunking pada port yang terkoneksi dengan perangkat lain • Setting VTP Server • Setting VTP Domain • Setting VTP Database • Setting nomor dan nama-nama VLAN 3. Konfigurasi Switch yang bergabung dalam VLAN • Setting Hostname • Setting Password • Setting IP Address VLAN • Setting Trunking pada port yang terkoneksi dengan perangkat lain • Setting VTP Client • Setting VTP Domain • Setting Port untuk didaftarkan pada suatu VLAN 4. Verifikasi koneksi dan VLAN membership • Melihat pada switch port mana yang sudah di daftarkan ke VLAN • Melihat VLAN membership dari setiap switch • Cek Koneksi dengan ping ke setiap segment network dari berbagai tempat Sebenarnya konfigurasi VLAN cukup sederhana hanya mengikuti konfigurasi seperti dibawah ini. Akan tetapi pemahaman mendasar tentang konsep yang berhubungan dengan VLAN seperti trunking, protokol ISL atau IEE dot1q cukup membantu dalam trobleshooting ke depan. Konfigurasi VLAN dengan router on stick adalah VLAN yang memungkinkan komunikasi berbeda. Hal ini dimungkinkan dengan adanya Device Router. Sebagai contoh adalah topologi sebagai berikut Gambar Topologi VLAN dengan Router on Stick Pada router hanya satu fisical interface. Sedangkan yang dibutuhkan adalah dua subnet yang berbeda. Oleh karena itu dirouter perlu dibuatkan subinterface untuk masing-masing vlan. Ø Konfigurasi pada Router adalah R0config-if R0config-if R0config-ifint f0/ R0config-subifencapsulation dot1q 10 R0config-subifip address R0config-subif R0config-subifint f0/ R0config-subifencapsulation dot1q 20 R0config-subifip address R0config-subif R0config-subif^Z R0 *Mar 1 0025 %SYS-5-CONFIG_I Configured from console by console R0 R0exit Enkapsulasi yang dipakai adalah dot1Q. Ø Konfigurasi pada switch adalah SW0configint f0/0 SW0config-ifswitchport trunk encapsulation dot1q SW0config-ifswitchport mode trunk SW0config-if SW0config-ifint f0/1 SW0config-ifswitchport access vlan 10 SW0config-ifswitchport mode access SW0config-if SW0config-ifint f0/2 SW0config-ifswitchport access vlan 20 SW0config-ifswitchport mode access SW0config-if^Z SW0 *Mar 1 0009 %SYS5CONFIG_I Configured from console by console SW0wr Building configuration… [OK] SW0configend Ø Konfigurasi pada PC 1 IP Subnet Mask Default Gateway Ø Konfigurasi pada PC 2 IP Subnet Mask Default Gateway Infrastruktur VLAN Suatu pendekatan bersifat infrstruktur ke VLAN didasarkan pada golongan fungsional departemen, workgroups, bagian, dan lain-lain itu menyusun organisasi. Masing-Masing golongan fungsional, seperti akuntansi, penjualan, dan rancang-bangun, ditugaskan ke kepunyaannya dengan uniknya menggambarkan VLAN yang didasarkan pada 80/20 aturan, mayoritas lalu lintas jaringan diasumsikan untuk menjadi didalam fungsional kelompok ini, dan seperti itu didalam masing-masing VLAN. Didalam model ini, VLAN tumpang-tindih terjadi pada sumber daya jaringan bahwa harus bersama oleh berbagai workgroups. Sumber daya ini adalah secara normal server, tetapi dapat juga meliputi pencetak, penerus menyediakan akses lemah, stasiun kerja berfungsi sebagai pintu gerbang, dan sebagainya. Jumlah VLAN tumpang-tindih model yang bersifat infrstruktur adalah minimal, menyertakan hanya server dibanding stasiun kerja pemakai membuat VLAN administrasi secara relative secara langsung. Secara umum, pendekatan ini sesuai dengan baik dalam organisasi memelihara bersih batasan-batasan organisatoris terpisah. Yang bersifat infrstruktur model adalah juga pendekatan kebanyakan dengan mudah dimungkinkan oleh solusi segera tersedia dan sesuai dengan mudah pada jaringan yang menyebar. Lebih dari itu, pendekatan ini tidak memerlukan pengurus jaringan untuk mengubah bagaimana memandang jaringan, dan memerlukan suatu biaya lebih rendah tentang penyebaran. Karena pertimbangan ini, kebanyakan organisasi perlu mulai dengan suatu bersifat infrstruktur mendekati ke VLAN implementasi. Seperti dapat dilihat contoh di dalam Gambar e-mail server adalah suatu anggota dari semua departemen VLAN, sedangkan akuntansi server database hanya suatu anggota akuntansi VLAN. Gambar Infrastruktur VLAN Menghitung Blok Subnet VLSM Variable Length Subnet Mask bermakna mengalokasikan IP yang menujukan sumber daya ke subnets menurut kebutuhan individu dibanding beberapa aturan umum network wide. IP yang me-routing protokol yang didukung oleh Cisco, OSPF, IS-IS Rangkap, BGP-4, dan EIGRP medukungan “classless” atau VLSM rute. Menurut Sejarah, EGP tergantung pada class alamat IP, dan benar-benar menukar angka-angka jaringan 8, 16, atau 24 bit dibanding IP alamat 32 angka-angka bit RIP dan IGRP menukar jaringan dan subnet angka-angka di 32 bit, pembedaan antara network number, subnet number, dan host number menjadi perihal konvensi dan tidak yang ditukar di routing protokol. Protokol akhir-akhir ini membawa salah satu prefix length jumlah bit berdekatan dalam alamat atau subnet mask dengan masing-masing alamat, menandakan porsi 32 bit yang sedang di-routing. Suatu contoh sederhana dari suatu jaringan yang menggunakan variable length subnet mask ditemukan di rancangan Cisco. Ada beberapa switchl di dalam rancang bangunan, yang diatur FDDI dan Ethernet dan yang dinomori untuk mendukung 62 host pada masing-masing switch subnet dalam keadaan yang sebenarnya, barangkali 15-30 host printers, workstations, disk servers secara fisik dipasang untuk masing-masing. Bagaimanapun, banyak insinyur juga mempunyai ISDN atau Frame Relay terhubung ke rumah, dan suatu subnet kecil di sana. Kantor pusat ini secara khas mempunyai sebuah router atau dua dan suatu X workstation atau terminal dengan suatu PC atau Macintosh yang bekerja dengan baik. Dengan demikian, pada umumnya diatur untuk mendukung 6 host, dan beberapa diatur untuk 14 host. Hubungan titik ke titik tidak diberikan nomor. Penggunaan satu ukuran sesuai dengan semua menunjukkan rencana, seperti ditemukan di RIP atau IGRP, setiap kantor pusat akan diatur untuk mendukung 62 host penggunaan angka-angka pada hubungan antara titik lebih lanjut akan menjadi bengkak. Dalam Variable Length Subnet Mask dengan mengatur router untuk menggunakan suatu protokol OSPF atau EIGRP yang mendukungan itu, dan mengatur subnet mask dari berbagai alat penghubung dalam alamat ip menghubungkan sub-command. Untuk menggunakan supernets, harus lebih lanjut mengatur penggunaan route kelas ip. Contoh Diberikan Class C network ingin di subnet dengan kebutuhan berdasarkan jumlah host netA=14 hosts, netB=28 hosts, netC=2 hosts, netD=7 hosts, netE=28 hosts. Secara keseluruhan terlihat untuk melakukan hal tersebut di butuhkan 5 bit host 25-2=30 hosts dan 27 bit net, sehingga netA 14 hosts => ada 30 hosts, tidak terpakai 16 hosts netB 28 hosts => ada 30 hosts, tidak terpakai 2 hosts netC 2 hosts => ada 30 hosts, tidak terpakai 28 hosts netD 7 hosts => ada 30 hosts, tidak terpakai 23 hosts netE 28 hosts => ada 30 hosts, tidak terpakai 2 hosts Dengan demikian terlihat adanya ip address yang tidak terpakai dalam jumlah yang cukup besar. Hal ini mungkin tidak akan menjadi masalah pada ip private akan tetapi jika ini di alokasikan pada ip public maka terjadi pemborosan dalam pengalokasian ip public tersebut. Untuk mengatasi hal ini dapat digunakan metoda VLSM, yaitu dengan cara sebagai berikut 1. Buat urutan berdasarkan penggunaan jumlah host terbanyak 14,28,2,7,28 menjadi 28,28,14,7,2. 2. Tentukan blok subnet berdasarkan kebutuhan host 28 hosts + 1 network + 1 broadcast = 30 menjadi 32 ip /27 14 hosts + 1 network + 1 broadcast = 16 menjadi 16 ip /28 7 hosts + 1 network + 1 broadcast = 9 menjadi 16 ip /28 2 hosts + 1 network + 1 broadcast = 4 menjadi 4 ip /30 Sehingga blok subnet-nya menjadi netB 28 hosts => ada 30 hosts, tidak terpakai 2 hosts netE 28 hosts => ada 30 hosts, tidak terpakai 2 hosts netA 14 hosts => ada 14 hosts, tidak terpakai 0 hosts netD 7 hosts => ada 14 hosts, tidak terpakai 7 hosts netC 2 hosts => ada 2 hosts, tidak terpakai 0 hosts Contoh menghitung blok subnet VLSM Diketahui IP address Hitung jumlah subnet terlebih dahulu menggunakan CIDR, maka didapat = /20 Jumlah angka binary 1 pada 2 oktat terakhir subnet adalah 4 maka jumlah subnet adalah 2x = 24 = 16. Maka tiap blok subnetnya adalah Blok subnet ke 1 = Blok subnet ke 2 = Blok subnet ke 3 = Dan seterusnyas ampai dengan Blok subnet ke 16 = Selanjutnya ambil nilai blok ke 3 dari hasil CIDR yaitu kemudian • Pecah menjadi 16 blok subnet, dimana nilai 16 diambil dari hasil perhitungan subnet pertama yaitu /20 = 2x = 24 = 16 • Selanjutnya nilai subnet di ubah tergantung kebutuhan untuk pembahasan ini gunakan /24, maka didapat kemudian diperbanyak menjadi 16 blok lagi sehingga didapat 16 blok baru yaitu Blok subnet VLSM 1-1 = Blok subnet VLSM 1-2 = Blok subnet VLSM 1-3 = Blok subnet VLSM 1-4 = Dan seterusnya sampai dengan Blok subnet VLSM 1-16 = = • Selanjutnya ambil kembali nilai ke 1 dari blok subnet VLSM 1-1 yaitu kemudian pecah menjadi 162 = 8 blok subnet lagi, namun oktat ke 4 pada Network ID yang diubah juga menjadi 8 blok kelipatan dari 32 sehingga didapat Blok subnet VLSM 2-1 = Blok subnet VLSM 2-2 = Blok subnet VLSM 2-3 = Blok subnet VLSM 2-4 = Blok subnet VLSM 2-5 = Blok subnet VLSM 2-6 = Blok subnet VLSM 2-1 = Blok subnet VLSM 2-1 = BAB II PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan uraian yang telah penulis kemukakan pada bab-bab sebelumnya, maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut Ø Jadi dengan menggunakan konsep jaringan VLAN, jaringan dapat dibagi-bagi berdasarkan grup. Ø Jaringan bisa lebih aman dan bisa termanage dengan mudah oleh seorang administrator jaringan. Ø Mempermudah bagi pekerjaan seorang administrator jaringan dalam melakukan pengecekan dan monitoring clientnya. Ø Sebuah Virtual LAN merupakan fungsi logik dari sebuah switch. Fungsi logik ini mampu membagi jaringan LAN ke dalam beberapa jaringan virtual. Jaringan virtual ini tersambung ke dalam perangkat fisik yang sama. Saran Sebaiknya untuk sistem jaringan yang ada pada perkantoran, gedung perkuliahan, dan sekolah hendaknya menerapkan jaringan VLAN. Hal ini untuk memudahkan dalam monitoring terhadap client. Soal-Soal Administrasi Infrastruktur Jaringan 1. Layer network bisa di sebut jugaa. Data d. Bitb. Segmen e. Jaringanc. Paket2. Di dalam OSI Layer terdapat upper layer dan lower layer , Upper layer terdiri daria. Application,Presentation dan Sessionb. Presentation,Transport dan Data linkc. Data link,Physical dan Networkd. Physical,Session dan Transporte. Session,Network dan Application3. Protokol yang ada dalam Application adalaha. HTTP,POP3 dan DNSb. SMTP,SNMT dan TELNETc. FTP,SMB dan PAPd. SNMT,HTTP dan FTPe. PAP,SMTP dan SNMT4. Di dalam ip address terdapat kelas yaitu Kelas A,B,C,D, dan E, termasuk kelas ?a. B d. Ab. D e. Cc. E5. Subnet Mask yang dapat di gunakan pada ip kelas A adalaha. Network ID dalam kelas B, misalnya adalaha. Coba sebutkan osi layer bagian ke – 4 adalaha. Physical d. Networkb. Session e. Transportc. Aplication8. Host ID dalam Kelas C, misalnya adalaha. Dalam OSI Layer terdapat Session layer, Session layer berfungsi sebagaia. mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkanb. membagi data data menjadi paketc. menerjemahkan datad. memberi alamate. menerima data10. IP address terdiri dari dua bagian yaitua. Net ID dan Link IDb. Network ID dan Host IDc. Link ID dan Host IDd. Network Id dan Link IDe. Host ID dan Net ID11. Ada berapakah Protokol dalam OSI Layera. 2 d. 7b. 3 e. 6c. 112. Fungsi dari trunk adalaha. Mendefinisikn sebuah jaringanb. Menghubungkan vlan yang sama dengan switch yang berbedac. Memnerapkan namad. Membelah jaringane. Tidak tahu13. Apa kepanjangan dari OSIa. Open System Infrastrukturb. Open System Interconnectionc. Open Sytem Infraconnectiond. Oen Sysem Intere. OSI saja14. Berdasarkan tabel model osi 7 layer, transport terletak pada tingkatan berapaa. 2b. 3c. 4d. 5e. 715. Layer yang bertanggung jawab bagaimana data di koversi dan di format untuk transfer data merupakan tanggung jawab dari layera. Networkb. Presentationc. Transportd. Sessione. Physical16. Peer To Peer termasuk jaringana. Jaringan WANb. Jaringan MANc. Jaringan PWANd. Jaringan LANe. Jaringan PAN17. Mengatur paket data adalah prosesa. MANb. Routingc. Jaringan WANd. Transmissione. Switching18. Protocol yang mengatur proses komunikasi data yang dikembangkan oleh ISO adalaha. TCP/IPb. OSIc. SMTPd. FTPe. HTTP19. Kepanjangan dari ISOa. International Standards Organisationb. Interconnection System Operatingc. Interconet System Opend. In System One. In Save On20. Menjelaskan spesifikasi listrik, mekanis dan fungsional guna menangani data jaringan merupakan proses dataa. Application Layerb. Presentation Layerc. Internet Layerd. Transport Layere. Physical Layer21. Untuk menghubungkan switch dengan switch diperlukan kabel... Berikut perintah untuk mengaktifkan password pada aplikas Cisco Packet Tracer adalah... secret vlan brief fastethernet23. Suatu perangkat atau device yang berfungsi sebagai pengatur dan pembagi sinyal data dari suatu komputer lainnya yang terhubung pada perangkat tersebut merupakan pengertian dari…a. Router b. Vlan c. Switch d. Hub e. Fast Ethernet24. Berikut adalah keuntungan VLAN, kecuali... reduction storm IT staff Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut...A. Switch C. Subnet Mask E. Access portB. Access Point D. IP26. Segmentasi VLAN adalah...A. Kegiatan membagi suatu VLAN yang mempunyai banyak anggota kedalam beberapa VLAN yang Kegiatan menyatukan suatu VLAN yang mempunyai banyak anggota kedalam beberapa VLAN yang Kegiatan membagi suatu VLAN yang mempunyai banyak anggota kedalam beberapa VLAN yang Kegiatan menyatukan suatu VLAN yang mempunyai banyak anggota kedalam beberapa VLAN yang Kegiatan membagi dan menyatukan suatu VLAN yang mempunyai banyak anggota kedalam beberapa VLAN yang Kegiatan mensegmentasi VLAN bertujuan agar...A. Menambah Collison dan Bottleneck dalam suatu Mengurangi Collison dalam suatu Meungurangi Collison dan Bottleneck dalam suatu Menambah Bottleneck dalam suatu Mengurangi Bottlenect dalam suatu Suatu jenis komponen jaringan komputer yang digunakan untuk menghubungkan beberapa HUB dalam membentuk jaringan komputer merupakan pengertian dari...A. Router C. Access Point E. BRoutB. Modem D. Switch29. Untuk menghubungkan kabel console dengan switch sebaiknya menggunakan port...A. RS 232 C. Straight E. CrossoverB. Console D. Port30. Agar dapat mengkonfigurasi switch kita bisa menggunakan menu ...A. CLI C. Config E. Service/Software B. Desktop D. Physical31. Untuk memberi nama pada switch menggunakan fungsi...A. Enable Password C. Hostname E. Switchport mode accessB. Configure Termin D. Enable Secret32. Untuk mengaktifkan kata secret pada perintah enable adalah fungsi dari...A. Configure Terminal C. Enable Password E. Do show vlanB. Enable Secret D. Hostname33. Untuk mengatur switch dengan meremotkan pada PC disambungkan menggunakan kabel...A. Console C. Straight E. TeleponB. Crossover D. RS 23234. Untuk melihat indikasi pada konfigurasi IP yang terpasang pada komputer dengan sistem operasi windows dengan perintah...A. Isconfig C. Ipconfig E. ConfigtB. Ifconfig D. Cpconfigs35. Keunggulan menggunakan Vlan adalah...A. Tingakat keamanan rendah C. Sulit dibuat E. Mudah membuatnyaB. Harga Mahal D. Sulit digunakan36. Perintah yang dapat kita gunakan pada sistem CLI agar pc bisa masuk ke priviledge adalah...A. Enable C. Exit E. vlan D. Line console37. Perintah untuk memberi nama pada VLAN adalah...A. vlan name C. vlan E. Semua salahB. name D. name vlan38. Kepanjangan dari VLAN adalah...A. Virtual Local Arena NetworkB. Virtual Local Area NetworkC. Virtual Local Area NationalD. Virtual Line Area NetworkE. Virtual LAN Area Network39. Untuk menghubungkan kabel console ke pc administrator sebaiknya menggunakan port...A. FastEthernet C. RS 232 E. D. Telepon40. Dua buah switch yang saling berhubungan antar VLAN disebut...A. Trunking C. Config E. Secure Device Access B. Segmentasi D. Coding41. Berikut merupakan salah satu fungsi / kegunaan dari Vlan, yaitu….a. Menambah beban ip pada switchb. Mencegah terjadinya collision domainc. Menambah tingkat vulnerabilitiesd. Memungkinkan terjadinya konflik IPe. Membatasi Lan luar dan Vlan42. Berikut merupakan salah satu fungsi / kegunaan dari Vlan, yaitu….a. Menambah beban ip pada switchb. Mencegah terjadinya collision domainc. Menambah tingkat vulnerabilitiesd. Memungkinkan terjadinya konflik IPe. Membatasi Lan luar dan Vlan43. Pada mode Dynamic Auto switch, port akan menjadi trunk jika switch lawan di set menjadi…a. defaultb. accessc. dynamic accessd. trunkd. dynamic auto44. Pada switch, perintah untuk melihat sebuah daftar file pada file system disebut…a. moreb. configurec. dird. disablee. help45. Vlan mempunyai 2 jalur, yaitu…a. Traditional dan Trunkingb. Access dan Trunkingc. Dynamic dan Accessd. Access dan Traditionale. Dynamic dan Trunking46. Berikut adalah keunggulan / kelebihan dari sebuah switch, kecuali….a. Dapat menentukan alamat tujuanb. Dapat membuat sebuah MAC addressc. Dapat meneruskan paket data dengan cepat dan tepatd. Dapat menentukan sumber paket datae. Dapat memeriksa dan menganalisa paket data yang akan diterima47. Vlan mempunyai banyak kegunaan, salah satunya seperti berikut kecuali….a. Network mudah terganggu b. Membatasi broadcastc. Network tidak mudah terganggu dari luard. Keamanannya yang baike. Tidak mudah terserang hack48. Switch adalah suatu perangkat atau device yang berfungsi sebagai pengatur dan pembagi sinyal data dari suatu komputer lainnya yang terhubung pada perngkat tersebut, fungsi tersebut sama dengan fungsi Hub. Yang menjadi perbedaann pada kedua perangkat tersebut adalah…a. Jumlah userb. Pembagi sinyalc. Inti kegunaand. Proses filter paket datae. Pengatur sinyal49. Perintah untuk memutuskan koneksi jaringan yang ada pada switch adalah..a. disconnectd. reloade. stop50. Mode switching yang hanya bisa membawa 1 Vlan disebut..a. Mode accessb. Dynamic Modec. Mode Trunkd. Control Modee. Encapsulation Mode Keuntungan dari VLAN jenis ini adalah apabila perangkat yang terhubung ke sebuah port diganti, makaswitch tidak memerlukan konfigurasi ulang karena perubahanMAC Address VLAN Berdasarkan MACAddress VLAN ini dikelompokkan berdasarkan MAC dari tiap workstation. Pembagian VLAN jenis ini dapat dilihat pada Tabel Tabel Pengelompokan VLAN berdasarkanMAC Address[14] Keuntungan dari VLAN jenis ini adalah switch dikonfigurasi berdasarkan MAC Address perangkat, sehingga apabila ada perangkat yang memiliki MAC Address yang sudah dikenal olehswitch, maka tidak memerlukan konfigurasi lagi. VLAN Berdasarkan Jenis Protokol VLAN jenis ini dikelompokkan berdasarkan tipe protokol yang terdapat pada headerdilayer2. Pembagian VLAN jenis ini dapat dilihat pada Tabel Tabel Pengelompokkan VLAN berdasarkan Tipe Protokol[14] VLAN jenis ini jarang digunakan karena pada saat ini hampir semua jaringan komputer menggunakan Protokol IP. Jenis-Jenis Koneksi VLAN Perangkat-perangkat yang terhubung pada VLAN dapat dihubungkan dengan beberapa cara. Perangkat-perangkat ini terdiri dari perangkat yang dipakai untuk VLAN, atau disebut juga VLAN-aware, dan perangkat yang tidak digunakan untuk VLAN, atau disebut VLAN-unawere. Adapun jenis koneksi pada VLAN adalah koneksi trunk trunk link, koneksi akses access link, dan koneksihybridhybrid link. Link Trunk Link menghubungkan perangkat VLAN-aware dan workstation[15]. Tiap frame pada Trunk Link harus memeliki header khusus agar dapat dikenali. Trunk Link antara 2 buahbridgedapat dilihat pada Gambar Gambar LinkAntara 2 buahBridgeyang VLAN-aware[15] Link Access Link menghubungkan perangkat VLAN-unaware ke port bridge/switch VLAN-aware[16]. Koneksi jenis ini dapat dilihat pada Gambar Gambar Linkantarabridgedan perangkat VLAN-unawere[16] Link Hybrid link merupakan kombinasi dari koneksi trunk danaccess. Pada koneksi ini terdapat perangkat VLAN-aware dan VLAN-unaware[17]. Koneksi dari hybrid linkdapat dilihat pada Gambar Switch Switch merupakan sebuah perangkat jaringan yang mempunyai tabel penerjemah yang secara otomatis membuat daftar MAC Address dari semua komputer yang terhubung dengannya[18]. Tabel ini disebut denganContent Addressable Memory Table CAM table. Switch yang baru dihubungkan ke sebuah jaringan belum memiliki daftar MAC Address dari perangkat-perangkat yang terhubung keport switch. Apabila ada sebuah host yang ingin berkomunikasi dengan host lainnya, frame yang akan dikirim berisi MAC Address tujuan 0xFFFFFFFFFFFFF. Alamat ini merupakan alamat default dari semua MAC Addressdarihostyang terhubung, sehingga setiaphostmenerimaframeini dan akan meresponframeyang dikirimkan dengan cara mengirimMAC Addressdari masing-masing mencatatMAC Addresske dalamCAM table, sehingga apabila pada saat proses pengiriman data selanjutnya dan MAC Address tujuan telah berada didaftar CAM Table, maka prosesbroadcastini tidak dilakukan lagi. Pada beberapa kasus, proses broadcast ini dapat menyebabkan seluruh jaringan tergangu karena tidak adabandwidth yang tersisa untuk aplikasi. Situasi ini disebut dengan broadcast storm. Metode kongfigurasi switch dikembangkan untuk mengurangi resiko broadcast storm. Switch dapat dihubungkan dengan komputer, laptop, atau perangkat switchlainnya. MenghubungkanSwitchdengan Komputer Menghubungkan switch ke komputer dapat dilakukan dengan menghubungkan komputer ke salah satu port dari switch dengan kabel tipe rollower. Jenis koneksi ini dipakai untuk melakukan konfigurasi switch. Cara menghubungkan switch dengan komputer Gambar MenghubungkanSwitchdengan Jaringan LAN Koneksi switch ke jaringan LAN membutuhkan spesifikasi dalam kabel dan konektor sehingga LAN dapat bekerja dengan optimal[19]. Jenis port dan kabel yang digunakan untuk menghubungkanswitchke LAN berbeda dengan konektor dan kabel yang digunakan untuk mengkonfigurasi switch. Koneksi fisik antara komputer dengan switch menggunakan kabel jenisstraight-throughterlihat pada Gambar Gambar Koneksi Menggunakan KabelStaraigh-Through[19] Router Routeradalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagairouting[20]. Prosesroutingterjadi pada lapisan 3 Lapisan jaringan sepertiInternet Protocoldaristackprotokol tujuh-lapis OSI. FungsiRouter Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatuLocal Area Network LAN. Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari routerdan switchmerupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN. Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenisrouterlainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyakrouter digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk menghubungkan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda seperti halnya router wireless dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio dan mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP, atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dariEthernetkeToken Ring. Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line DSL. Routeryang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast, sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan. Jenis-JenisRouter Secara umum,routerdibagi menjadi dua buah jenis, yakni a. Static routerrouterstatis adalah sebuahrouter yang memiliki tabelroutingstatis yang diatur secara manual oleh para administrator jaringan. b. Dynamic router router dinamis adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabelroutingdinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan denganrouterlainnya. Packet Tracer Packet Tracermerupakansoftwareyang dapat digunakan untuk melakukan simulasi jaringan[21]. Setiap jaringan yang mengunakan Packet Tracer tentunya menggunakan beberaparoutingantara lain 1. Address Resolution Protocol Address Resolution ProtocolARP adalah sebuah protokol dalam TCP/IPProtocol Suite yang bertanggungjawab dalam melakukan resolusi alamat IP ke dalam alamat Media Access ControlMAC Address. ARP didefinisikan di dalam RFC 826[22]. 2. Enhanced Interior Gateway Routing Protocol Enhanced Interior Gateway routing ProtocolEIGRP adalah Cisco proprietary routing protokol longgar berdasarkan asal IGRP[23]. EIGRP merupakan routing protocol yang hanya di adopsi oleh router Cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol padaCisco. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router Cisco saja. EIGRP ini sangat cocok digunakan untuk midsize dan large banyak sekali fasilitas yang diberikan pada protocol ini. EIGRP adalah lanjutan jarak vektor routing protokol, dengan optimasi untuk meminimalkan routingketidakstabilan yang terjadi setelah perubahan topologi, serta penggunaan dan pengolahan daya bandwidth di router. EIGRP router yang mendukung secara otomatis akan mendistribusikan informasi rute ke tetangga IGRP dengan mengubah metrik EIGRP 32 bit ke 24 bit IGRP metrik. 3. Routing Information Protocol Routing Information ProtocolRIP adalah routing protocol yang paling sederhana yang termasuk jenis distance vector[24]. RIP menggunakan jumlah lompatan hop count sebagaimetric dengan 15 hop tabel route RIP ini akan diupdatesetiap 30 detik danadministrative distanceuntuk RIP adalah 120. Ada tiga versi dari InformasiRouting ProtocolRIPv1, RIPv2,danRIPng. 4. Transmission Control Protocol Transmission Control Protocol TCP adalah suatu protokol yang berada di lapisan transpor baik itu dalam tujuh lapis model referensi OSI atau model DARPA yang berorientasi sambungan connection-oriented dan dapat diandalkan reliable[25]. 5. Telecommunication network Telecommunication networkTelnet adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksiInternet atau LAN [26].Telnetdikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. Telnet memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan. 6. Domain Name System Domain Name SystemDNS, adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar distributed database di dalam jaringan komputer[27]. Sebagai contoh Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat Mail Exchange Server yang menerima surat elektronik email untuk setiapdomain. 7. Cisco Discovery protocol Cisco Discovery protocolCDP merupakan Protocol Cisco Propietary yang bekerja pada layer 2, yang bisa bekerja pada device produksi Cisco[28]. CDP digunakan untuk melihat informasi terbatas atas network device lain yang terkoneksi dengandevicedijalankan CDP. 8. Internet Control Message Protocol Internet Control Message ProtocolICMP adalah salah satu protokol inti dari keluarga protokol internet[29]. ICMP digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau. 9. User Datagram Protocol User Datagram ProtocolUDP, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal unreliable dan koneksi connectionless antarahost-hostdalam jaringan yang menggunakan TCP/IP[30]. Shortest Path First Open Shortest Path FirstOSPF adalah sebuah routing protokol standar terbuka yang telah diimplementasikan oleh sejumlah besar vendor jaringan[31]. File Transfer Protocol Trivial File Transfer Protocol TFTP adalah sebuah protokol perpindahan berkas yang sangat sederhana yang didefinisikan pada tahun 1980. TFTP memiliki fungsionalitas dasar dari protokolFile Transfer ProtocolFTP [32]. Shell Secure Shell SSH adalah protokol jaringan yang memungkinkan pertukaran data melalui saluran aman antara dua perangkat jaringan[33]. SSH banyak digunakan pada sistem berbasis Linux dan Unix untuk mengakses akun shell. SSH dirancang sebagai pengganti Telnet dan shell remote tak aman lainnya, yang mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam bentuk teks sederhana yang membuatnya mudah untuk dicegat. Enkripsi yang digunakan oleh SSH menyediakan kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman sepertiinternet. Trunking Protocol VLAN Trunking Protocol VTP adalah pesan protokol yang menggunakan lapisan 2 frame trunkuntuk mengelola penambahan, penghapusan, dan penamaan kembali dari VLAN pada satu domain[34]. Transfer Protocol Hypertext Transfer Protocol HTTP adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakanhipermedia[35]. BAB III PERANCANGAN PENELITIAN DATA AWAL PENELITIAN Data awal yang digunakan untuk perbandingan pada tugas akhir ini adalah data yang diambil dari salah satu operator internet di DNICT Dili, Timor Leste. Data ini juga merupakan data keseluruhan dari penelitian. Data ini didapat dengan metode obsevasi dan wawancara secara langsung. IP Addressing Internet Protocol Addressing atau pengalamatan IP yang bahasa awamnya bisa disebut dengan kode pengenal komputer pada jaringan merupakan komponen vital pada internet. Istilah-istilah IP Addressing yang digunakan pada jaringan internet di DNICT antara lainIP Address, Subnet Mask, Gateway, DNSDomain Name Server, Host Address, Network Address, IP Broadcast, Host Name, dan VLAN Virtual Local Area Network. Pada tugas akhir ini penulis mengambil data dengansoftware packet tracer. Deviceyang ada di DNICT dan yang ada padapacket tracerdapat dilihat pada Tabel Tabel Device yang terdapat padapacket tracerdan di DNICT ArsiterkturNacional Connectivity Project Arsitektur High level merupakan jaringan aktual di DNICT. Jaringan ini menghubungkan koneksi antar beberapa distrik yang berada dalam area NCP. Arsitektur jaringan aktual dapat dilihat pada Gambar Gambar ArsitekrurHigh Level Virtual Local Area Networks Virtual Local Area Networks merupakan jaringan lokal di setiap distrik dan di setiap area yang berada dalam koneksi NCP koneksi antar VLAN di hubungkan dengan Access Point jika koneksi tersebut berada dalam satu area yang berdekatan. Arsitektur jaringan VLAN dapat dilihat pada Gambar S ERI AL ETHE RN ET Gambar Phase 2 – VLANs Firewall DMZ Firewall DMZ Demilitarized Zone adalah jaringan security boundary yang terletak di antara suatu jaringan corporate/private LAN dan jaringan public Internet. Firewall DMZ ini harus dibuat jika perlu membuat segmentasi jaringan untuk meletakkan server yang bisa diakses public dengan aman tanpa harus bisa mengganggu keamanan system jaringan LAN di jaringan private. Perimeter DMZ network dirancang untuk melindungiserverpada jaringan LANcorporate dari seranganhackersdariinternet. DMZ dapat dilihat pada Gambar 1. Manajemen akses Manajemen akses merupakan aplikasi yang digunakan untuk melakukan proses manajemen pemakaian pada jaringan yang berfungsi untuk mendokumentasi semua aktifitas pengunaan atau akses jaringan. 1. Management VLANs/IPs for Core Network Equipment a Cisco 6509 – VLAN 1420 – telnet b Firewall ASA Internet Active - VLAN 1420 - ssh & https c Firewall ASA Internet Standby - VLAN 1420 - ssh & https d Firewall ASA DMZ Active - VLAN 1420 - ssh & https e Firewall ASA DMZ Standby - VLAN 1420 - ssh & https f Catalyst 3750X Stack - VLAN 1420 - telnet g Cisco 7200-16E1 – VLAN 1410 – only accessible from Cisco 6509 telnet h Cisco 1921 Internet – telnet Tabel sampai dengan menunjukkan data atau informasi manajemen akses di DNICT Dili. Perancangan Jaringan Jaringan awal yang digunakan di DNICT adalah jaringan internetdengan topologi star. Dalam topologi star, semua kabel dihubungkan dari komputer-komputer ke lokasi pusat central location dan semuanya terhubung ke suatu alat yang dinamakanhub. Topologi star digunakan dalam jaringan yang padat, ketika endpointdapat dicapai langsung dari lokasi pusat, kebutuhan untuk perluasan jaringan, dan membutuhkan kehandalan yang tinggi. Topologi ini merupakan susunan yang menggunakan lebih banyak kabel daripada bus dan karena semua komputer dan perangkat terhubung kecentral point. Jadi bila ada salah satu komputer atau perangkat yang mengalami kerusakan maka tidak akan mempengaruhi yang lainnya jaringan. Desain atau topologi star yang diterapkan di DNICT dapat dilihat pada Gambar Gambar Topologi Star di DNICT Topologi starpada gambar adalah topologi atau jaringan fisik yang sedang berjalan di DNICT Dili. Informasi Jaringan VLAN di DNICT. Informasi jaringan VLAN ini diambil dari hasil pengamatan pada saat koneksi berlangsung. Dari informasi ini koneksi bisa dilihat langsung jika ada jalur yang tidak terkoneksi. Infomasi VLAN di DNICT dapat dilihat pada lampiran 3a. Perancangan Jaringan VLAN Pada penulisan tugas akhir ini penulis merancang sebuah jaringan VLAN dengan topologi hybrid. Topologi ini adalah gabungan dari beberapa topologi jaringan menjadi satu jaringan. Topologihybriddapat dilihat pada Gambar Gambar Jaringan Kongfigurasi VLAN Perencanaan Pengambilan Data Data yang diambil adalah data penelitian di DNICT Dili. Pada tugas akhir ini, dapat mengambil data dengan beberapa metode antara lain a Metode observasi atau pengamatan langsung. Metode ini langsung mengadakan observasi atau penelitian pada salah satu operator jaringan komputer di DNICT Dili, Timor Leste. Dalam observasi ini peneliti memperoleh data maupun informasi tentang topologi jaringan maupun akses data pada jaringaninternet. b Interviewatau Wawancara Metode interviewatau wawancara ini dilakukan untuk mengumpulkan data dengan mengatakan secara langsung kepada informan atau responden dengan mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri self report, atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. Dalam hal ini mengadakan wawancara dengan setiap kayarawan DNICT, sehingga lebih leluasa menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan obyek yang ditiliti. Obyek yang diteliti pada penelitian ini adalah data yang berkaitan tentang kongfigurasiswitchpada jaringan VLAN dan topologi jaringan yang ada di DNICT. c Studi Pustaka Studi pustaka merupakan salah satu metode yang penulis gunakan untuk mendapat referensi yaitu dengan informasi yang diperoleh memalui membaca, mencatat secara sistematis fenomena-fenomena yang dibaca dari sumber tertentu. Penulis melengkapi dengan membaca dan mempelajari buku-buku serta referensi yang relevan dengan masalah yang dibahas. Yang menjadi topik atau acuan dalam mendapatkan referensi ini adalah tentang jaringaninternet, topologi jaringan serta kongfigurasi jaringan. Metode pembandingan data Dalam penulisan tugas akhir ini membandingkan data yang diperoleh dari penelitian dengan data eksperimen atau data dari perancangan jaringan VLAN. Data dari penelitian adalah informasi jaringan internet, topologi star dan konfigurasi jaringan yang ada di DNICT. Data eskperimen adalah data yang diperoleh dari hasil perancangan jaringan VLAN dengan topologi hybrid. Kedua sumber data ini akan dibandingkan untuk mendapatkan hasil dalam penulisan tugas akhir ini. Metode analisis data Menganalisis data sebenarnya yang diutamakan adalah mengorganisasi data, namun dalam penelitian ini yang tepenting adalah mengintepretasikan data. Berdasarkan pengolahan data yang telah melalui data fisik maupun non fisik akan dilakukan intepretasi sehingga mampu merangkai data-data yang terkumpul secara keseluruhan. Proses analisis merupakan usaha untuk menemukan jawaban atas pertanyaan, perihal dan rumusan-rumusan yang diperoleh dalam penelitian. Proses analisis data dalam penelitian ini terdapat beberapa tahap, yang pertama dilakukan dengan membaca data-data, tabel-tabel atau angka-angka yang diperoeh dari laporan mingguan tentang jaringan dari setiap jaringan VLAN. Data yang di analisis dalam tugas akhir ini adalah data hasil penelitian dengan data hasil eksperimen. Data dari penelitian adalah data jaringan internet, topologi star, konfigurasi jaringan dan informasi jaringan VLAN. Data dari perancangan adalah topologihybridserta data-data yang diperoleh dari hasil semulasi denganpacket tracer. Kualitas link dapat diketahui jika data yang dikirim melalui satu titik ke titik lain seharusnya sama dengan data yang diterima. Data yang dikirim secara utuh sampai ketempat tujuan maka koneksi tersebut tidak terdapaterror. Data yang diambil dalam tugas akhir ini denganpacket tracer antara lain 1 Troughputatau kecepatan data Troughput atau kecepatan data dalam jaringan ini adalah jumlah data dalam bit yang melewati medium dalam satu detik. Umumnya dituliskan dalam bit per detik bit per second dan disimbolkanbit/s. 2 Delay Delay didefinisikan sebagai total waktu tunda suatu paket yang diakibatkan oleh proses transmisi dari satu titik ke titik lain yang menjadi dalam jaringan ini dapat digolongkan seperti delay processing, delay packetization, delay serialization,dandelay network. BAB IV PEMBAHASAN HASIL SIMULASI Data topologi stardi DNICT Data topologistardiambil dari salah satu operator jaringaninternetdi DNICT Dili. Data yang di ambil dari topologistarantara lain 1. Data paket Data paket adalah data yang dikirim melalui frame link antar PC maupun antar VLAN yang terdapat dalam koneksiinternetdi DNICT Dili. 2. Data trafik Data yang didapat dengan melalui monitor dari serverkeend user di setiap departemen yang ada di DNICT Dili. Data ini juga diambil dari beberapa departemen yang terkoneksi

dua buah switch yang saling berhubungan antar vlan disebut